Category Archives: Ruang Saya
Semangat Menyambut Seruan
Tidakkah engkau tahu anakku,
segala ‘udzur telah dihapus dengan firmanNya,
“Berangkatlah dalam keadaan ringan ataupun berat!”?
-Abu Ayyub Al Anshari, Radhiyallaahu ‘Anhu-
Beberapa paragraf ini adalah penugasan (lebih tepatnya hukuman/iqob) karena kelalaian menunaikan kewajiban konfirmasi pada pertemuan rutinan. Temanya “Ruhul Istijabah” dalam bahasa keseharian kita bisa dimaknai “Semangat Menyambut Seruan”. Sebenarnya merupakan kemirisan bagi kami untuk menjalankan tugas ini. Karena memang benar-benar menyindir diri kami sendiri. Pilihan kami sebenarnya mudah, mencomot sana-sini semua tulisan berkaitan tema ini yang banyak tersebar di internet, menggabungkan, lalu selesai. Tentunya dengan terlebih dahulu membacanya hingga paham.
Tapi kami lebih memilih untuk mengungkapkannya dalam bahasa kami. Dengan tulisan dan struktur kata yang kami buat sendiri. Bukan karena kami telah paham dan menguasai tema ini. Bukan. Justru semoga usaha ini menjadi cambuk ruhiyah bagi kami untuk benar-benar tajarrud(totalitas) dalam menyempurnakan kafa’ah kami sebagai du’at, kader, dan penggerak di jalan ini. Karena jalan dakwah membutuhkan pribadi-pribadi yang senantiasa berkualitas dan mampu untuk menerima rintangan, dan tantangan yang merupakan keniscayaan di jalan ini. semoga Allah menyempurnakan apa-apa yang kurang dari diri kami. Read the rest of this entry
Malam Ini. Sekali Lagi.
keluarlah. keluar dari keheningan mihrabmu.
bangkitlah. bangkit dari kekhusyukan sujud panjangmu.
masuklah ke pasar2, gedung2, kampus2, dan pusat2 pemerintahan.
serulah manusia ke jalan Tuhanmu.
ajaklah umat ini berkhidmat seperti dulu.
jangan lagi nikmatnya perjumpaan hanya kau yg rasakan.
karena jalan ini masih panjang, dan kita butuh peta dari Tuhan.
pun juga teman perjalanan untuk berbagi sandaran.
malam ini. belajar dari natsir,
dia contoh yg bisa menyatukan indah kekata dengan gebrak langkah nyata.
maka Capita Selecta-nya tak pernah jadi tumpukan catatan tak berguna.
ia-sang Capita- memang tak bernyawa, tapi setiap hurufnya mengalunkan sebuah derap yang nyata. maka bangsa ini pun tak sampai terpuruk begitu parah. karena ia tak hanya menulis kata, tapi mengejewantahkan tingkah. begitu juga yang kutemui pada sosok Pemuda Mesir itu. Hasan Al Banna namanya. bahkan ia tak pernah mencipta “Capita”nya. Read the rest of this entry
Saat-Saat Terindah
Benar sekali. Atau Salah sama sekali.
aah, tak tahu lah saya, pikiran pertama yang terlintas di benak anda tentang judul post ringan ini.
Tapi bagi saya itu kian nyata. Kian mantap. Tentang saat terindah dirangkaian detik hidup saya.
Kau ingin tau apa itu? harusnya kita sama-sama tau tentang ini. tapi mungkin persepsi antara kita beda.
Atau mungkin saya yang terlalu banyak melewati “kedua fase wajar” ini.
__________________________________
Yup! saat terindah itu adalah:
Ketika Iman mencapai puncaknya. ketika kenikmatan penghambaan dan ketaatan itu sedang pada tingkat tertingginya.
ya! bisa kurasakan itu. semoga kau pun bisa merasakannya.
dan kita sama berharap semoga fase ini, saat-saat seperti ini, selalu dipertahankan oleh Allah muqollibal qulub. selalu dikuatkan.
karena apa? karena seperti itu pula ia memiliki lawan kondisi. maka mari berlindung pada Allah.
maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? begitu Surah Ar-Rahman mengabadikannya pada berulang-ulang ayatnya.
____________________________________
mungkin sepele. tapi ini nyata berharga bagiku.
Seperti yang Sudah – Sudah
Entahlah.
meski benar, dan aku tahu, bahwa iman itu yazid dan yanqus, naik dan turun. Tapi entah kenapa fase wajar itu terasa terlalu tidak wajar kulalui. entahlah.
Rasanya kemunafikan. Rasanya kebohongan. yang tampak luar oleh khalayak, sungguh beda dengan yang kutampak pada yang terpendam. tertutupi.
Ya Rabb, lagi-lagi dan tak putus-putusnya aku meminta padaMu. tentang penjagaan iman. tentang perlindungan dari nista. tentang kesadaran muraqabah dan ihsan. dan ketetapan hati pada jalanMu yang terang benderang. juga berkahilah akhirnya. terangi dan muliakanlah.
dimana lagi harap dan pinta terhujung selain padaMu, Rabb yang padaNya bergantung segala sesuatu.
Surat Cinta dari Saudara di Jalan Dakwah
Maaf, karena aku tidak bisa memahami gundah hatimu…
Maaf, karena aku tidak bisa mendamaikan galau yang bergemuruh dalam benakmu…
Tapi aku berusaha untuk mengerti…
Tolong dengarkan aku,
Bukan karena aku tidak pernah sepertimu, justru karena aku pernah melalui yang sama denganmu…
Ingin kugandeng erat tanganmu, dan mengajakmu untuk berlari,
Berlari menyongsong harapan2 baru, ruh2 baru yang menanti,
Mereka menanti untuk bersinar dan bergandengan erat seperti kita selama ini, Read the rest of this entry
Siang. Malam.
Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas). -Ali Imran: 27-
Selalu Ada. Cinta.
Selalu Ada Cinta.. dari tiap nasehat yang terucap..
selalu ada cinta.. dari tiap langkah yang tertapak..
selalu ada cinta.. dari tiap peluh yang tertumpah..
selalu ada cinta.. dari tiap air mata yang terisak.. Read the rest of this entry


