Monthly Archives: September 2011

Risalah Aqidah (Bag. 2)

“Sesungguhnya aqidah ini merupakan jiwa bagi setiap individu. Dengan aqidah ini ia bisa hidup dengan baik. Bila kehilangan aqidah ini, maka ruhaninya mengalami kematian. Aqidah adalah cahaya yang apabila manusia tidak mendapatkannya, maka ia akan tersesat dalam berbagai kancah kehidupan, dan mengalami kebingungan di berbagai lembah kesesatan.” -Sayyid Sabiq-

SIFAT-SIFAT ALLAH TA’ALA

1. Sifat-sifat Allah dalam Pandangan Akal

Jika anda melihat alam ini dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya dari keindahan hikmah, kehebatan makhluk, ketelitian penciptaan, kebesaran pengendalian beserta keagungan dan keluasan, ketertautan  dan keelokan, pembaruan dan kreasi, jika anda melihat langit yang jernih dengan bintang gemintang dan planet-planetnya, matahari dan bulan dengan rotasinya, jika anda melihat bumi dengan tetumbuhan dan hasil-hasil tambang berupa logam-logam, dan sebagainya…

Jika anda melihat dunia hewan dengan naluri dan instingnya yang mengagumkan, bahkan jika. anda melihat konstruksi penciptaan manusia dengan berbagai organ yang ada padanya, di mana setiap organ menjalankan tugasnya dengan baik. Jika anda melihat samudera dengan berbagai keragaman makhluk dan keunikannya.

Jika anda mengetahui kekuatan alam dan  apa saja yang ada di dalamnya dari hikmah-hikmah dan rahasia-rahasia, seperti  listrik, magnet, eter, dan radium. Kemudian jika pandangan anda alihkan kepada zat-zat yang ada di alam ini dengan spesifikasinya, kepada keterkaitan dan keterikatan di  antara mereka dan bagaimana setiap zat mempunyai keterkaitan yang kuat dan signifikan satu sama lain, di mana dari perpaduan keseluruhan zat itu terbangun kesatuan alam  yang harmonis, yang setiap bagian akan melengkapi bagian-bagian lain, sebagaimana salah satu organ dalam tubuh yang melengkapi organ-organ lainnya.

Sungguh, jika anda melihat itu semuanya, meski tanpa ada dalil atau argumentasi, tanpa wahyu atau ayat Al-Quran, tentu anda akan keluar dengan satu pernyataan ideologis yang tidak bertele-tele bahwa  di balik alam ini ada Pencipta yang menjadikannya ada. Dan bahwa Sang Pencipta itu harus agung melebihi keagungan yang sempat terlintas dalam akal manusia yang lemah, harus lebih berkuasa di atas makna-makna kekuasaan yang dipahami manusia, dan Dia harus Mahahidup dengan puncak kesempurnaan makna-makna kehidupan. Dia tidak butuh dengan makhluk-makhluk ini, karena Dia ada sebelum mereka ada. Read the rest of this entry

Malam Ini. Sekali Lagi.

keluarlah. keluar dari keheningan mihrabmu.
bangkitlah. bangkit dari kekhusyukan sujud panjangmu.
masuklah ke pasar2, gedung2, kampus2, dan pusat2 pemerintahan.
serulah manusia ke jalan Tuhanmu.
ajaklah umat ini berkhidmat seperti dulu.
jangan lagi nikmatnya perjumpaan hanya kau yg rasakan.
karena jalan ini masih panjang, dan kita butuh peta dari Tuhan.
pun juga teman perjalanan untuk berbagi sandaran.

malam ini. belajar dari natsir,
dia contoh yg bisa menyatukan indah kekata dengan gebrak langkah nyata.
maka Capita Selecta-nya tak pernah jadi tumpukan catatan tak berguna.
ia-sang Capita- memang tak bernyawa, tapi setiap hurufnya mengalunkan sebuah derap yang nyata. maka bangsa ini pun tak sampai terpuruk begitu parah. karena ia tak hanya menulis kata, tapi mengejewantahkan tingkah. begitu juga yang kutemui pada sosok Pemuda Mesir itu. Hasan Al Banna namanya. bahkan ia tak pernah mencipta “Capita”nya. Read the rest of this entry

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 276 other followers