Monthly Archives: May 2011
Saat-Saat Terindah
Benar sekali. Atau Salah sama sekali.
aah, tak tahu lah saya, pikiran pertama yang terlintas di benak anda tentang judul post ringan ini.
Tapi bagi saya itu kian nyata. Kian mantap. Tentang saat terindah dirangkaian detik hidup saya.
Kau ingin tau apa itu? harusnya kita sama-sama tau tentang ini. tapi mungkin persepsi antara kita beda.
Atau mungkin saya yang terlalu banyak melewati “kedua fase wajar” ini.
__________________________________
Yup! saat terindah itu adalah:
Ketika Iman mencapai puncaknya. ketika kenikmatan penghambaan dan ketaatan itu sedang pada tingkat tertingginya.
ya! bisa kurasakan itu. semoga kau pun bisa merasakannya.
dan kita sama berharap semoga fase ini, saat-saat seperti ini, selalu dipertahankan oleh Allah muqollibal qulub. selalu dikuatkan.
karena apa? karena seperti itu pula ia memiliki lawan kondisi. maka mari berlindung pada Allah.
maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? begitu Surah Ar-Rahman mengabadikannya pada berulang-ulang ayatnya.
____________________________________
mungkin sepele. tapi ini nyata berharga bagiku.
Seperti yang Sudah – Sudah
Entahlah.
meski benar, dan aku tahu, bahwa iman itu yazid dan yanqus, naik dan turun. Tapi entah kenapa fase wajar itu terasa terlalu tidak wajar kulalui. entahlah.
Rasanya kemunafikan. Rasanya kebohongan. yang tampak luar oleh khalayak, sungguh beda dengan yang kutampak pada yang terpendam. tertutupi.
Ya Rabb, lagi-lagi dan tak putus-putusnya aku meminta padaMu. tentang penjagaan iman. tentang perlindungan dari nista. tentang kesadaran muraqabah dan ihsan. dan ketetapan hati pada jalanMu yang terang benderang. juga berkahilah akhirnya. terangi dan muliakanlah.
dimana lagi harap dan pinta terhujung selain padaMu, Rabb yang padaNya bergantung segala sesuatu.
Cahaya di Wajah Ummat
:: Allahu yarham, Syaikh Tarbiyah, Ustadzuna Rahmat Abdullah ::
Dalam satu kesatuan amal jama’i ada orang yang mendapatkan nilai tinggi karena ia betul-betul sesuai dengan tuntutan dan adab amal jama’i. Kejujuran, kesuburan, kejernihan dan kehangatan ukhuwahnya betul-betul terasa. Keberadaannya menggairahkan dan menenteramkan. Namun perlu diingat, walaupun telah bekerja dalam jaringan amal jama’i, namun pertanggungjawaban amal kita akan dilakukan di hadapan Allah SWT secara sendiri-sendiri.
Karenanya jangan ada kader yang mengandalkan kumpulan-kumpulan besar tanpa beru-saha meningkatkan kualitas dirinya. Ingat suatu pesan Rasulullah SAW: Man abtha-a bihi amaluhu lam yusri’ bihi nasabuhu (Siapa yang lamban beramal tidak akan dipercepat oleh nasabnya ).
Makna tarbiah itu sendiri adalah mengharuskan seseorang lebih berdaya, bukan terus-menerus menempel dan tergantung pada orang lain. Meskipun kebersamaan itu merupakan sesuatu yang baik tapi ada saatnya kita tidak dapat bersama, demikian sunahnya. Sebab kalau mau, para sahabat Rasulullah SAW bisa saja menetap dan wafat di Madinah, atau terus menerus tinggal ber-mulazamah tinggal di masjidil Haram yang nilainya sekian ra-tus ribu atau di Masjid Nabawi yang pahalanya sekian ribu kali. Tapi mengapa makam para Sahabat tidak banyak berada di Baqi atau di Ma’la. Tetapi makam mereka banyak bertebaran jauh, beribu-ribu mil dari negeri mereka. Read the rest of this entry
Jika Engkau Cinta, Maka…
Oleh: Ust. Aus Hidayat Nur
Katakanlah, “Inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh, aku dan pengikut-pengikutku – mahasuci Allah, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik”.Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya, Syurga dan Ridha Allah
Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Nikmati perjalannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Jika engkau cinta maka dakwah adalah faham
Mengerti tentang Islam, Risalah Anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatis dan bangga dengannya
Seperti Mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra Read the rest of this entry

