Monthly Archives: December 2010
Selalu Ada. Cinta.
Selalu Ada Cinta.. dari tiap nasehat yang terucap..
selalu ada cinta.. dari tiap langkah yang tertapak..
selalu ada cinta.. dari tiap peluh yang tertumpah..
selalu ada cinta.. dari tiap air mata yang terisak.. Read the rest of this entry
Ada Gamang. Bimbang.
Bahkan ditengah lelapmu,
isi mimpimu pun tentang dakwah
tentang ummat yang kau cintai
membaca lagi kutipan hebat dari orang hebat ini. kutipan yang mampu membuat saya gemetar. Kutipan yang-bahkan karena sukanya-aku tulis ditempat paling atas rumahku ini. Tentu saja. Kutipan dari tangan seorang pejuang yang penuh keikhlasan, tak kan pernah pudar. Maka orang-orang hebat itu menjadi hebat dimata kebanyakan manusia karena tulisannya. karena gerak jari yang menggoreskan ujung penanya pada sebuah kertas. Meski usang. Meski lusuh. Tapi kata yang mengucap keikhlasan nurani, menjadi sedemikian kuat menerangi.
mengingat lagi kutipan diatas. Benar-benar ia-sangkutipan mampu menembusi banyak dimensi. setidaknya pada dimensi-dimensi yang sempat kupikirkan. Read the rest of this entry
Stop Khalwat !!!
dan janganlah kamu mendekati zina. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [Al Isra':32]
Rekonsiliasi. Jeda Cinta yang Menepi
“Dia,” kata Ammar bin Yasir kepada Utsman bin Affan, “Berwasiat agar engkau tidak menshalatkannya.” Kalimat menyesakkan tentang akhir kisah Abdullah bin Mas’ud itu ditulis dalam kitab Ansabul Asyraf jilid V halaman 36.
Ini tentang cinta manusia-manusia utama yang berjeda. Manusia-manusia yang belajar di sekolah rabbani bersama murabbi qur’ani. Manusia-manusia yang telah mendapat keridhaan Allah dan keadilannya diakui. Cinta di antara manusia-manusia ini begitu dalam dan senantiasa dinaungi keikhlasan, keimanan, dan ketakwaan, begitu indah.
Meski di antara manusia-manusia pilihan ini cinta dan ukhuwah telah menjadi napas kehidupannya, bukan berarti mereka senantiasa seiya sekata dalam urusan kehidupannya. Mereka adalah manusia seutuhnya dengan perbedaan karakter, pemikiran, dan pandangan. Oleh karena itu, kadangkala, di antara mereka pun muncul perselisihan dan perbedaan pendapat. Saat itulah, sang murabbi, Rasulullah Muhammad, akan memutuskan perkara mereka dengan keputusan langit ataupun pendapat hukumnya sendiri.
Itu terjadi tatkala Rasulullah masih berada di tengah-tengah mereka. Saat Rasulullah meninggalkan mereka menuju Rabbnya dan wahyu berhenti, perselisihan di antara mereka pun diselesaikan dengan dua pegangan utama mereka, Al Qur’an dan As Sunnah. Jika permasalahannya tidak didapati di kedua pegangan itu, mereka pun menyelesaikannya secara bersama-sama.
Tatkala fitnah mulai merambah bumi Islam seperti deburan angin yang membawa debu dan membawa gelapnya malam, peristiwa-peristiwa memilukan pun terjadi. Ini tentang salah seorang sahabat Rasulullah yang dimuliakan dan membuat malaikat malu kepadanya, Utsman bin Affan. Dialah manusia yang menurut Rasulullah adalah umatnya yang paling pemalu.
Di masa jabatannya sebagai khalifah, ia mengangkat beberapa orang kerabatnya dan orang-orang yang dekat dengannya sebagai pejabat pemerintahan. Di antaranya adalah Al Walid bin Uqbah. Dia adalah salah seorang Bani Aslam yang dibebaskan pada peristiwa Fathu Makkah. Rasulullah pernah mengangkatnya sebagai petugas pengumpul zakat dari Bani Musthaliq. Ayahnya adalah Uqbah bin Abdi Mu’ith yang sangat berperan menyiksa kaum mustadh’afin dan menyakiti Rasulullah di Makkah. Uqbah adalah salah seorang tawanan Perang Badar yang dihukum mati.
“Tahukah kalian atas apa yang dilakukan orang ini kepadaku?” kata Rasulullah setelah memutuskan hukuman mengenai Uqbah ini sebagaimana dicatat dalam Al Bidayah wa An Nihayah. “Saat aku sujud di belakang Maqam Ibrahim, dia datang lalu menginjakkan kakinya ke leherku. Aku mencubitnya, tetapi kakinya tidak juga diangkat. Aku merasa seolah-olah kedua mataku akan keluar.” Read the rest of this entry



